EPIDEMIOLOGY: Sebuah Paradigma di Kesehatan Masyarakat

April 6th, 2011 by arief

“E..pi..de..mi..o..lo..gy”. Kata ini mungkin masih asing bagi sebagian orang. Epidemiology berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari “epi” (pada atau tentang), “demos” (penduduk) dan “logos” (ilmu). Para pakar seperti MacMahon (1970), Omran (1974), Last (1988) hingga Beaglehole (2006) dan Kleinboum (2007) telah mendefinisikan epidemiologi sebagai ilmu yang mempelajari masalah kesehatan berikut faktor yang mempengaruhinya pada populasi.

Pemikiran tentang Epidemiology telah ada sejak abad ke 5 sebelum masehi melalui teori Hippocrates tentang penularan penyakit. Hippocrates mempelajari masalah penyakit di masyarakat dan mencoba mengemukakan berbagai teori tentang hubungan sebab akibat terjadinya penyakit dalam masyarakat. Teori tersebut tertuang dalam tulisannya yang berjudul “Epidemics” serta dalam catatannya mengenai “Airs, Waters and Places“.

Pencapaian monumental Epidemiology terjadi pada abad 19 ketika terjadi wabah kolera di London. John Snow melakukan studi melalui pencatatan, atau lebih tepatnya menggambar lokasi para penderita kolera dan tempat sumber air minum di London. Hasil studi itu menunjukkan adanya hubungan asosiasi antara kejadian kolera dengan sumber air yang terkontaminasi. Berkat studi itu wabah kolera dapat dihentikan dengan menutup sumber air yang terkontaminasi.

Epidemiology merupakan pola pikir, metode dan alat untuk identifikasi masalah kesehatan melalui informasi epidemiologi yang terdiri dari 3 variabel kunci: orang, tempat dan waktu. Variabel kunci ini menjadi dasar dalam menggambarkan permasalahan kesehatan yang terjadi pada masyarakat. Variabel orang akan menjelaskan “siapa yang sakit?”, variabel tempat dapat menjawab “dimana masalah tersebut muncul?” dan pertanyaan “kapan masalah itu terjadi?” terjawab pada variabel waktu.

Variabel orang, tempat dan waktu juga menjadi informasi penting dalam memberikan alternatif solusi untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat. Informasi yang diperoleh berdasarkan variabel orang menjadi dasar dalam pemilihan siapa atau kelompok mana yang menjadi prioritas untuk mendapatkan intervensi penanggulangan masalah. Informasi berdasarkan variabel tempat dibutuhkan untuk menentukan lokasi yang tepat untuk diberikan upaya penanggulangan, sedangkan informasi dari variabel waktu digunakan untuk menentukan saat yang tepat untuk melakukan upaya penanggulangan.

Saat ini kesehatan masyarakat menghadapai tantangan yang sangat berat. Kejadian penyakit menular, penyakit tidak menular dan re-emerging disease diperparah dengan kejadian perubahan iklim dan pemanasan global. Masalah penyebaran HIV/AIDS, difteri yang kembali muncul, endemis malaria di beberapa tempat, resistensi obat TB dan SARS serta flu burung yang masih mengintai membutuhkan penanganan yang komprehensif.

Epidemiology diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya penanganan masalah kesehatan masyarakat. Para cendekia Epidemiology dibutuhkan untuk memberikan alternatif solusi serta melakukan upaya penanganan. Upaya tersebut dapat berupa pengembangan keilmuan melalui riset epidemiology, pengembangan metode pemantauan kesehatan yang inovatif, pengumpulan dan analisis data yang valid, penetapan indikator dan indeks yang robust serta monitoring dan evaluasi program kesehatan yang berkesinambungan.

So, what are we waiting for?

Let’s study Epidemiology!

Posted in Epidemiology | No Comments »

Salam

April 6th, 2011 by arief

Terima kasih telah mengunjungi weblog ini.

Posted in Beranda | No Comments »